Tarian Kreasi Toraja meraih juara ke 3 pada acara Pagelaran Seni Budaya Kota Tarakan, yang diadakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) di Taman Berlabuh, Sabtu 21 April 2018.
Sebanyak 17 peserta/kelompok yang mengikuti acara tersebut.
Tarian kreasi Toraja yang dibawakan oleh anak-anak dari IKAT (Ikatan Keluarga Toraja) Kota Tarakan, terinspirasi dari tarian klasik Pa'gellu' namun ragam geraknya telah dikreasikan guna menambah nilai seni didalamnya serta mampu diterima oleh masyarakat luas. Gerakan lengan tangan yang mengikuti bunyi hentakan musik gendang, dengan kaki melangkah dan berjinjit halus dan lembut.
Design topi etnik dikepala penari mengikuti model Alang yaitu "lumbung padi", karya Ronald Ta'dung.
Merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Toraja di perantauan khususnya Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Untuk tetap melestarikan seni budaya tari Toraja kepada anak-anak muda.
Kurre Sumanga', Terima kasih.
Seni dan Budaya, Adat Toraja, Hiburan, Cara dan Gaya, Berita, serta Tulisan dan Kegiatan Penulis.
Sabtu, 26 Mei 2018
Tarian Kreasi Toraja Juara ke 3 (Pagelaran Seni Budaya Kota Tarakan)
Senin, 30 April 2018
Acara Perpisahan SMKN 03 Tarakan dimeriahkan oleh Tari Pa'gellu' oleh murid.
Acara perpisahan SMKN 03 Kota Tarakan, Kalimantan Utara yang diadakan pada Senin 30 April 2018, dimeriahkan oleh Tari Pa'gellu' yang dibawakan oleh para murid keturunan Toraja.
Dengan menggunakan pakaian khas adat Suku Toraja, yaitu Bayu Kandaure' para murid tampil dengan sangat etnik.
Bahan kain dari baju dan sarung yang dipakai oleh para murid adalah kain tenun khas Toraja, dengan manik-manik khas Toraja yang menjadi ciri khas Suku Toraja. Tidak hanya itu para murid juga memakai Pasa'pi' (Topi/Ikat kepala) yang sangat etnik design dari Ronald Ta'dung.
Tari Pa'gellu' dibawakan dengan kreasi, dengan jumlah penari berjumlah 6 orang murid dan 3 orang penabuh gendang. Dalam acara perpisahan yang meriah itu, ditampilkan juga tari-tarian daerah lainnya, seperti tarian adat Jepen dari Suku Tidung, dll.
Selasa, 20 Juni 2017
Tarian Pabondesan (Tari kuno Toraja)
Suku Toraja sejak dahulu dikenal dengan adat istiadatnya yang unik dan berbeda dari daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.
Dalam tradisi suku Toraja biasanya ada saja seni tari yang diisi dalam setiap ritual adatnya. Sebagai contoh; tarian ma'badong dalam ritual Rambu Solo', tari manimbong & tari ma'dandan dalam ritual Rambu Tuka', tarian pa'gellu' dalam acara adat musim panen/ acara-acara sukacita, tari maranding dalam ritual pelepasan/penyambutan para pahlawan (to barani), dan masih banyak lagi tarian-tarian yang ditarikan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
Sejak ratusan tahun lalu suku Toraja sudah menjadikan seni tari sebagai pelengkap pada ritual-ritual adat mereka. Acara kedukaan maupun acara kegembiraan, seni tari sering ada sebagai sesuatu "daya tarik" di dalamnya.
Adapun dari beberapa jenis tarian Toraja, ada satu tarian klasik yang sekarang sudah jarang ditarikan iaitu tarian pa'bondesan.
Tari pa'bondesan ini ditarikan oleh suku Toraja pada acara ritual tolak bala (buang sial). Tarian yang penarinya adalah kaum lelaki dewasa, mereka bertelanjang dada dan hanya mengenakan kain semacam selempang, dari bahu ke pinggang secara diagonal.
Ciri khas dalam tarian ini adalah para penari memakai kuku palsu yang disebut kanuku bombo (kuku hantu), dan pada bagian kepala mereka memakai suatu yang unik seperti bando, dihiasi dengan bambu-bambu kecil penuh guntingan-guntingan kertas yang dikenal dengan sebutan pangarru'. Bagian belakang dari atas ke bawah, penari memakai kain-kain adat dengan motif tertentu.
Gerakan dalam tarian pa'bondesan ini, senantiasa berputar ditempatnya mengikuti irama suling yang dimainkan oleh beberapa orang. Alunan suling tersebut sangat menarik dan menyentuh perasaan.
Kurre sumanga'
(terima kasih..)
Tabe'... ***